Perkuat Sinergitas Pelestarian Budaya , AMBA SULTRA dan Lembaga Adat Kerajaan Laiwoi-Kendari Jalin Kerja Sama Strategis
CELEBESNESIA.COM ,KENDARI, 30 Juli 2026 — Dalam upaya merawat identitas kearifan lokal sekaligus membentengi generasi muda dari dampak negatif globalisasi, Yayasan Angkatan Muda Bumi Anoa Sulawesi Tenggara (AMBA SULTRA) resmi menjalin kemitraan strategis dengan Lembaga Adat Kerajaan Laiwoi-Kendari. Kesepakatan bersejarah ini dicapai dalam pertemuan kelembagaan yang berlangsung di Sekretariat AMBA SULTRA, Jl. Charul Anwar, Kota Kendari.
Pertemuan strategis tersebut dihadiri langsung oleh Raja Laiwoi Kendari XI, H.R.H. Endry Irwan Tekaka Saosao (Mokole Wulaa Lipuwutano Laiwoi Konawe II), bersama Ketua Yayasan AMBA SULTRA, Stenly Diover, ST. Kedua belah pihak memaparkan profil dan program kerja kelembagaan sebelum akhirnya menyepakati draf nota kerja sama yang mencakup tujuh pilar pemajuan kebudayaan dan pemberdayaan masyarakat Tanah Anoa.
Tujuh Pilar Utama Kerja Sama Strategis
1. Pelestarian Budaya dan Menjaga Marwah Adat
Berkomitmen penuh untuk berjalan berdampingan dalam mempromosikan nilai-nilai luhur kebudayaan, melestarikan warisan tradisi, serta menjaga keagungan peninggalan sejarah dan marwah adat Kerajaan Laiwoi agar tetap berakar kuat di tengah kehidupan masyarakat modern.
2. Kajian Akademis & Ekosistem Ekonomi Kreatif Berbasis Pariwisata
Mendorong pendalaman akademis dan riset ilmiah guna memperkuat eksistensi serta historiografi Kerajaan Laiwoi - Kendari. Hasil kajian ditransformasikan menjadi pijakan dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif dan pariwisata berbasis kebudayaan yang berkelanjutan dan berdaya saing.
3. Penguatan Program Kebudayaan & Kemitraan Multi-Stakeholder
Menyelaraskan program-program kebudayaan internal untuk diimplementasikan secara terpadu serta aktif membangun komunikasi dan kerja sama konstruktif dengan seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) di wilayah kedaulatan adat Kerajaan Laiwoi maupun level Provinsi Sulawesi Tenggara.
4. Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Berbasis Teknologi
Berfokus pada peningkatan kapasitas pemuda dan masyarakat melalui integrasi lintas sektor yang mencakup bidang ekonomi, sosial, budaya, serta pemanfaatan teknologi tepat guna untuk menghadapi tantangan zaman.
5. Pengawalan Isu Sosial & Pembentukan Paradigma Kepemudaan
AMBA SULTRA dan Lembaga Adat Kerajaan Laiwoi berdiri di garda depan mengawal berbagai dinamika sosial guna membentengi generasi muda dari dampak negatif globalisasi sekaligus membentuk paradigma pemuda-pemudi Kerajaan Laiwoi di Kota Kendari yang berkarakter, berbudaya, dan berdaya saing.
6. Jejaring Kebudayaan Regional, Nasional, dan Internasional
Memperluas simpul diplomasi budaya dengan menjalin hubungan sinergis bersama berbagai lembaga adat dan komunitas budaya di tingkat regional Sulawesi, nasional, hingga kancah internasional.
7. Pembangunan Lembaga Pendidikan & Pelatihan Berbasis Budaya
Menggagas dan membangun Lembaga Pendidikan & Pelatihan Berbasis Budaya dengan menggalang kemitraan strategis bersama Organisasi Non-Pemerintah (NGO) di bidang pendidikan, baik di skala regional Sulawesi, nasional, maupun internasional.
Langkah Selanjutnya
Draf poin kesepakatan ini akan dibahas lebih mendalam di internal masing-masing lembaga untuk selanjutnya dituangkan secara formal ke dalam Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding / MoU) Kerja Sama.
Ringkasan Risalah Rapat (Minutes of Meeting / MOM)
Agenda:
Sharing & Pengenalan Kelembagaan Masing-Masing.
Pemaparan Program Kerja Masing-Masing Lembaga.
Pembahasan Draf Kerja Sama Antar Lembaga.
Tempat: Sekretariat AMBA SULTRA, Jl. Charul Anwar, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.
Tanggal: Kendari, 30 Juli 2026
Pihak Sepakat / Penandatangan Draf:
H.R.H. ENDRY IRWAN TEKAKA SAOSAO
(Raja Laiwui Kendari XI / Mokole Wulaa Lipuwutano Laiwoi Konawe II)
STENLY DIOVER, ST
(Ketua Yayasan AMBA SULTRA)
Tembusan (Cc):
1. Dewan Pengurus Lembaga Adat Kerajaan Laiwui-Kendari
2. Pengurus Besar & Wilayah Angkatan Muda Bumi Anoa (PB/PW AMBA SULTRA)