Gelaran Mangkasara’ Molulo Hadirkan Tokoh Malaysia, Tokoh Adat, dan Raja-Raja Nusantara di Makassar

Budaya 19 Aug 2026 17:57 2 min read 308 views By La Ode Umar Zaid
Gelaran Mangkasara’ Molulo Hadirkan Tokoh Malaysia, Tokoh Adat, dan Raja-Raja Nusantara di Makassar
Mangkasara’ Molulo 2026 mempertemukan tokoh budaya Malaysia, raja dan pemangku adat Nusantara dalam gelaran budaya lintas wilayah di Makassar.

MAKASSAR, Celebesnesia — Hubungan kebudayaan antarbangsa di kawasan Nusantara kian meluas melalui gelaran budaya bertajuk Mangkasara' Molulo yang dijadwalkan berlangsung di Kota Makassar pada 28 dan 29 Agustus 2026. Acara internasional ini menghadirkan tokoh kebudayaan asal Malaysia, Mohammad Syamsul Ridhuan Bin Masri, yang hadir mewakili negaranya.

 

Rangkaian acara diawali pada 28 Agustus 2026 dengan tradisi penghormatan Tabe Maraja di Istana Balla Lompoa, Kabupaten Gowa. Rombongan dan para tamu kehormatan disambut langsung oleh Putera Mahkota Kerajaan Gowa, Andi Muhammad Imam Daeng Situju bin Andi Kumala Idjo Daeng Sila Karaengta Lembang Parang Sultan Malikussaid II Batara Gowa III.

 

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Pagelaran Seni Budaya yang menampilkan keanekaragaman dari 8 Pilar Sulawesi Selatan dan Tenggara, yakni suku Tolaki, Makassar, Buton, Muna, Moronene, Bugis, Mandar, dan Toraja. Gelaran ini menjadi wadah persatuan nilai-nilai adat serta ruang ekspresi seni tradisi lintas wilayah.

 

Sejumlah tokoh adat dan perwakilan Dewan Raja Nusantara turut mengonfirmasi kehadiran mereka. Di antaranya adalah PYM Datuk Rajo Kuaso dari Majelis Adat Indonesia (MAI), PYM La Ode Riago, S.H., dari Kerajaan Muna, serta PYM Ir. H. La Ode Muhammad Sjamsul Qamar, M.T., IPU., dari Kesultanan Buton, bersama jajaran raja dan pemangku adat dari berbagai belakangan Nusantara.

 

Mohammad Syamsul Ridhuan Bin Masri, yang juga aktif dalam International Nusantara Cultural Forum (INCaF) serta menjalin kemitraan budaya bersama Angkatan Muda Bumi Anoa Sulawesi Tenggara (AMBA SULTRA INDONESIA), menyampaikan apresiasi tingginya atas penyelenggaraan acara ini. Menurutnya, kolaborasi lintas batas dan antarsuku ini merupakan momentum penting bagi kebangkitan kebudayaan di wilayah Sulawesi dan kawasan sekitar. Ia berharap sinergi kebudayaan semacam ini dapat terus berlanjut secara berkesinambungan di masa mendatang.

 

Sumber :

Internasional Nusantara Cultural Forum ( INCaF)

Recent Articles