Semangat Tanpa Batas Amsah Tamalaki: Mengabdi untuk Negara, Merawat Warisan Budaya Bumi Anoa di Perantauan
CELEBESNESIA.COM , MAKASSAR — Jarak dan waktu tidak surut meredupkan kecintaan seseorang terhadap tanah kelahirannya. Hal inilah yang dibuktikan oleh Amsah Tamalaki, putra daerah Sulawesi Tenggara berdarah Tolaki dan Muna yang kini berdomisili di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Meski telah hampir 30 tahun melangkahkan kaki keluar dari Bumi Anoa demi menjalankan tugas sebagai abdi negara, semangatnya untuk menjaga dan mempromosikan warisan leluhur tidak pernah padam.
Alumni STMN Raha, Kabupaten Muna Angkatan 1995 ini memegang teguh identitas budayanya. Bagi Amsah, kebudayaan Tolaki dan Muna bukan sekadar memori masa lalu, melainkan amanah warisan dari kedua orang tuanya yang harus terus dirawat dan diperkenalkan kepada khalayak luas.
Di tengah kesibukan kedinasannya, Amsah senantiasa memanfaatkan waktu luang untuk mendedikasikan diri pada kegiatan-kegiatan sosial dan kepemudaan. Ia aktif merangkul generasi muda, memberikan motivasi, serta menanamkan kesadaran akan pentingnya menjaga akar budaya lokal di era modernisasi.
Tak hanya fokus pada aspek kebudayaan, Amsah juga menunjukkan kepedulian nyata terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat. Ia secara aktif mempromosikan produk-produk UMKM lokal asal Sulawesi Tenggara, salah satunya adalah Kampurui—ikat kepala tradisional khas yang kaya akan nilai sejarah dan estetika.
Kiprah Amsah di tanah rantau juga terwujud melalui keterlibatannya dalam berbagai organisasi kemasyarakatan di Sulawesi Selatan. Lewat berbagai jejaring sosial ini, ia tak henti-hentinya mengumandangkan pesan persatuan dan kesatuan bangsa dari Sabang sampai Merauke, khususnya bagi masyarakat di Pulau Sulawesi.
Bagi Amsah Tamalaki, merawat budaya, memajukan ekonomi lokal, dan merajut persaudaraan antar-elemen bangsa adalah bentuk bakti nyata seorang anak daerah kepada Ibu Pertiwi. Dedicated dan konsisten, ia membuktikan bahwa di mana pun bumi dipijak, kebanggaan akan budaya asal akan selalu dijunjung tinggi.