Perwakilan LAT SULTRA Edukasi Kebudayaan Tolaki di Festival Mangkasara’ Molulo 2026 Makassar yang di Selenggarakan Oleh AMBA SULTRA INDONESIA

Budaya 03 Sep 2026 17:57 2 min read 153 views By CELEBESNESIA
Perwakilan LAT SULTRA Edukasi Kebudayaan Tolaki di Festival Mangkasara’ Molulo 2026 Makassar yang di Selenggarakan Oleh AMBA SULTRA INDONESIA
Perwakilan LAT SULTRA Edukasi Kebudayaan Tolaki di Festival Mangkasara’ Molulo 2026 Makassar yang di Selenggarakan Oleh AMBA SULTRA INDONESIA

CELEBESNESIA.COM , MAKASSAR — Semangat perpaduan budaya antardaerah bergema di Anjungan Pantai Losari, Kota Makassar. Angkatan Muda Bumi Anoa Sulawesi Tenggara (AMBA SULTRA INDONESIA) sukses menginisiasi pergelaran Bumi Anoa Nusantara Festival: Mangkasara’ Molulo 2026 di Anjungan Pantai Losari Kota Makassar ( 29 Agustus 2026 ).Event ini menjadi wadah kolaborasi kebudayaan yang mempertemukan kekayaan tradisi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara dalam satu panggung megah.

Guna memperkuat syiar kebudayaan, Angkatan Muda Bumi Anoa Sulawesi Tenggara (AMBA SULTRA INDONESIA ) Bekerja Sama Dengan Lembaga Adat Tolaki Sulawesi Tenggara (LAT SULTRA). Kemitraan ini ditujukan untuk mempromosikan serta mengenalkan lebih dekat identitas dan warisan luhur Suku Tolaki kepada masyarakat luas, khususnya warga Kota Makassar.

Dalam rangkaian acara tersebut, perwakilan LAT SULTRA, Sultrawan Liambo, hadir secara langsung memberikan sosialisasi mengenai kebudayaan Tolaki. Beliau memaparkan makna mendalam di balik Kalosara, yang merupakan simbol adat tertinggi masyarakat Tolaki. Kalosara melambangkan hukum adat, persatuan, keadilan, serta kedamaian yang mendasari tatanan kehidupan sosial Suku Tolaki.

Selain Kalosara, Sultrawan juga mengupas filosofi di balik Tari Molulo (Lulo). Tarian tradisional ini bukan sekadar gerak tarian melingkar, melainkan manifestasi dari kebersamaan, persaudaraan, dan kesetaraan tanpa memandang status sosial. Gerakan saling bergandengan tangan dalam Molulo mencerminkan ikatan silaturahmi yang kokoh antar sesama.

Sultrawan Liambo menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam melestarikan warisan leluhur. Beliau berharap event lintas daerah seperti ini dapat memantik semangat pemuda Sulawesi Tenggara yang domisili atau menempuh pendidikan di Kota Makassar untuk aktif mengambil bagian dalam mempromosikan kebudayaan daerah.

Melalui sinergi ini, pemuda diharapkan dapat terus mengawal dan memperkenalkan kebudayaan yang bersumber dari 4 Pilar Sulawesi Tenggara (Tolaki, Buton, Muna, dan Moronene) di mana pun mereka berada, sekaligus mempererat tali persaudaraan antarsuku di kawasan Sulawesi.

Recent Articles